Mei 22, 2024

Daftar Ternak Hewan Termurah Nasional

Kumpulan Hewan Ternak Termurah Dan Hewan Unik Lucu Yang Mudah Di Pelihara

Wah ! Ini Dia 9 Jenis Ular Tidak Berbisa Yang Bisa Dipelihara!

6 min read

Jenis Ular Tidak Berbisa

Jenis Ular Tidak Berbisa – Ular adalah hewan yang sering dianggap menakutkan oleh sebagian orang karena kemampuan mereka dalam mengeluarkan racun yang bisa mematikan. Namun, tidak semua jenis ular memiliki kemampuan beracun. Ada beberapa jenis ular yang tidak berbisa dan aman untuk dijadikan hewan peliharaan. Berikut ini adalah beberapa jenis ular tidak berbisa yang populer di antara pecinta ular.

1. Cylindrophis Ruffus

Jenis Ular Tidak Berbisa

Cylindrophis ruffus atau ular pipa merah adalah salah satu jenis ular tidak berbisa yang berasal dari wilayah Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Ular ini mempunyai warna merah yang mencolok dan tubuhnya panjang dan ramping seperti pipa, sehingga sering juga disebut sebagai ular pipa merah. Cylindrophis ruffus biasanya hidup di lingkungan lembap seperti hutan, rawa-rawa, atau sungai, dan memangsa hewan-hewan kecil seperti cacing, kadal, dan tikus.

2. Lycodon Capucinus

Lycodon capucinus, atau yang lebih dikenal dengan nama ular kobra tanah, adalah salah satu jenis ular tidak berbisa yang tersebar di Asia Tenggara, termasuk di Indonesia. Ular ini memiliki bentuk tubuh yang memanjang dan ramping, dengan panjang maksimal mencapai sekitar 1 meter. Ciri khas dari ular kobra tanah adalah garis-garis hitam yang terlihat seperti topeng pada wajahnya.

Ular kobra tanah umumnya hidup di tempat-tempat yang lembap, seperti hutan, perkebunan, dan daerah yang dekat dengan air. Mereka merupakan predator yang memakan berbagai jenis hewan kecil, seperti tikus, kadal, dan serangga. Meski tidak berbisa, ular kobra tanah tetap harus dihindari dan tidak dipegang, karena bisa menggigit jika merasa terancam.

Namun sayangnya, habitat alami dari ular kobra tanah semakin terancam akibat perusakan habitat dan eksploitasi oleh manusia. Oleh karena itu, perlindungan dan pelestarian terhadap spesies ular ini sangatlah penting untuk mempertahankan keanekaragaman hayati di Indonesia.

3. Indotyphlops Braminus

Jenis Ular Tidak Berbisa

Jenis Ular Tidak Berbisa Indotyphlops braminus, juga dikenal sebagai cacing buta, adalah salah satu jenis ular tidak berbisa yang biasanya hidup di tanah. Ukurannya kecil, dengan panjang hanya sekitar 10-15 cm, dan memiliki warna tubuh yang coklat keabu-abuan. Ular ini biasanya hidup di area bersemak dan rawa-rawa, dan aktif di malam hari untuk mencari makanannya berupa serangga dan cacing. Seperti namanya, ular ini memiliki mata yang sangat kecil dan tidak berfungsi, sehingga sering disebut juga dengan ular buta. Meskipun tidak berbahaya bagi manusia, Indotyphlops braminus sering menjadi mangsa burung dan reptil lainnya. Ular ini juga memiliki kemampuan untuk memotong tubuh mereka menjadi beberapa bagian, yang dapat membantu mereka untuk melarikan diri dari predator.

Baca Juga  Wah ! Ini Dia 7 Dokter Hewan di Jakarta Selatan Yang Terbaik

4. Xenopeltis Unicolor

Xenopeltis unicolor, atau biasa disebut ular sulawesi, adalah salah satu jenis ular tidak berbisa yang berasal dari wilayah Asia Tenggara. Ukurannya dapat mencapai panjang sekitar 1,5 meter. Ciri khas dari ular ini adalah kulitnya yang licin dan berkilau seperti kaca, sehingga sering disebut juga sebagai ular kaca. Ular sulawesi biasanya ditemukan di hutan-hutan dan lahan pertanian di wilayah Asia Tenggara. Mereka memakan hewan kecil seperti tikus, kadal, dan katak. Meskipun tidak berbisa, namun ular sulawesi memiliki gigi yang cukup besar dan tajam yang dapat menyebabkan luka pada manusia. Oleh karena itu, jika menemukan ular sulawesi, sebaiknya jangan mengganggunya.

5. Phyton Reticulatus

Jenis Ular Tidak Berbisa

Phyton Reticulatus atau ular sanca adalah salah satu jenis ular terbesar dan paling terkenal di dunia. Meskipun memiliki ukuran besar, sanca sebenarnya tidak berbisa dan dikenal sebagai ular pemangsa yang mematikan dengan cara mencekik mangsa. Ular ini memiliki kulit yang sangat menarik dengan pola yang khas dan memikat. Sanca biasanya hidup di daerah hutan tropis di Asia Tenggara dan India.

Sanca terkenal sebagai pemangsa yang sangat cerdik dan gesit dalam menangkap mangsa. Mereka bisa memakan hewan dengan ukuran yang lebih besar daripada dirinya, seperti babi hutan, rusa, dan bahkan harimau. Namun, sanca juga bisa memakan hewan kecil seperti tikus, ular lain, dan burung.

Selain sebagai predator yang tangguh, sanca juga di anggap sebagai simbol keberuntungan dan kesuburan dalam banyak budaya di seluruh dunia. Beberapa suku di Indonesia bahkan percaya bahwa sanca bisa membawa keberuntungan dan perlindungan bagi pemiliknya.

Sayangnya, sanca juga menjadi salah satu target perburuan yang populer di pasar internasional. Karena ukurannya yang besar dan kulit yang menarik, sanca seringkali di incar untuk di ambil kulitnya dan di jual sebagai produk fashion. Hal ini menyebabkan populasinya semakin terancam dan dianggap sebagai spesies yang rentan oleh International Union for Conservation of Nature (IUCN). Oleh karena itu, penting untuk menjaga dan melestarikan spesies ular sanca ini agar tetap lestari di alam liar.

Baca Juga  Wh ! Ini Dia 9 Petshop di Bandung Paling Terbaik

6. Opheodrys Aestivus

Jenis Ular Tidak Berbisa Opheodrys aestivus, juga di kenal sebagai ular rumput hijau, adalah jenis ular tidak berbisa yang tergolong ke dalam keluarga Colubridae. Ular ini dapat di temukan di Amerika Utara, khususnya di daerah beriklim sedang hingga subtropis. Nama “rumput hijau” merujuk pada warna hijau terang pada tubuhnya yang dapat berubah menjadi kebiruan atau keabu-abuan di beberapa area.

Ular ini memiliki panjang antara 45 hingga 70 cm dengan rata-rata panjang sekitar 60 cm. Tubuhnya ramping dan silinder dengan leher yang tidak jelas terpisah dari tubuhnya. Mata berbentuk bulat dan pipih, serta memiliki iris berwarna coklat tua hingga hitam. Ular ini sangat lincah dan cepat, dan memangsa serangga, laba-laba, cacing, siput dan kadal kecil.

Opheodrys aestivus adalah ular yang tidak berbahaya bagi manusia. Meski demikian, ular ini dapat menimbulkan gigitan jika merasa terancam atau terganggu. Gigitannya tidak mematikan, tapi dapat menyebabkan sedikit rasa sakit dan bengkak.

Ular rumput hijau adalah hewan pemalu dan cenderung menghindari manusia. Namun, mereka sering di incar oleh penggemar hewan peliharaan untuk di jadikan hewan kesayangan. Sebelum memutuskan untuk memelihara ular rumput hijau, pastikan bahwa Anda memiliki pengetahuan yang cukup mengenai cara merawatnya dan memenuhi kebutuhan hidupnya.

7. Pituophis Catenifer Sayi

Jenis Ular Tidak Berbisa Pituophis catenifer sayi atau biasa di sebut dengan ular gopher, adalah salah satu jenis ular tidak berbisa yang banyak di temukan di Amerika Utara. Ular ini dapat tumbuh hingga panjang 2-2,5 meter dan memiliki warna yang bervariasi, tergantung pada spesiesnya. Pituophis catenifer sayi memiliki pola yang khas, yaitu bercak-bercak hitam atau coklat di atas tubuhnya yang kebanyakan berwarna kecoklatan atau keabu-abuan. Selain itu, ular ini juga memiliki kepalanya yang besar dan leher yang tebal.

Ular gopher banyak di temukan di daerah-daerah yang kering, seperti padang rumput, semak belukar, dan gurun. Mereka biasanya aktif pada siang hari dan memangsa hewan kecil seperti tikus, kelinci, dan burung. Meskipun tidak berbisa, ular gopher dapat mengeluarkan suara mendesis dan menggonggong ketika merasa terancam.

Ular ini dapat di jadikan hewan peliharaan, namun perlu di ketahui bahwa mereka membutuhkan perawatan yang khusus dan tidak cocok untuk pemula dalam memelihara ular. Selain itu, ular gopher juga di lindungi oleh undang-undang di beberapa negara bagian di Amerika Serikat dan tidak boleh di tangkap atau di pindahkan tanpa izin resmi.

Baca Juga  Wah Ini Dia 9 Jenis Kura-Kura Peliharaan Yang Terbaik

8. Pareas Carinatus

Jenis Ular Tidak Berbisa Pareas carinatus atau di kenal juga dengan sebutan ular kusut, adalah salah satu jenis ular tidak berbisa yang tersebar di wilayah Asia Tenggara, khususnya di Indonesia, Malaysia, dan Thailand. Ukurannya kecil, dengan panjang rata-rata sekitar 40-70 cm. Tubuhnya ramping dan agak pipih, dengan warna cokelat keabu-abuan dan garis-garis berwarna lebih terang di sepanjang tubuhnya.

Ular kusut termasuk jenis ular malam atau nokturnal, dan biasanya terlihat aktif saat malam hari. Mereka terutama memakan serangga dan laba-laba, tetapi juga dapat memakan cacing tanah kecil dan siput. Habitat alaminya meliputi hutan lebat, semak belukar, dan perkebunan.

Meskipun umumnya di anggap tidak berbahaya bagi manusia, Pareas carinatus memiliki gigi kecil yang bisa menimbulkan luka jika digigit. Namun, serangan ular kusut sangat jarang terjadi dan tidak di ketahui ada laporan kasus kematian manusia akibat gigitannya. Ular kusut juga memiliki keunikan dalam cara bertahan hidup dengan cara menggeliat-geliat yang membingungkan ketika terancam oleh predator.

9. Dendrelaphis Pictus

Dendrelaphis Pictus, atau dikenal juga sebagai “green vine snake” adalah salah satu jenis ular tidak berbisa yang ditemukan di wilayah Asia Tenggara dan Asia Selatan. Seperti namanya, ular ini memiliki warna hijau kekuningan yang mirip dengan ranting tumbuhan, sehingga memudahkan ular ini untuk bersembunyi dari predator atau mangsa mereka.

Ular ini memiliki tubuh yang ramping dan panjang, dengan rata-rata panjang sekitar 1 meter. Mereka biasanya hidup di daerah hutan atau hutan belukar, dan memakan berbagai jenis serangga, kadal, dan mamalia kecil.

Dendrelaphis Pictus merupakan hewan yang populer dalam perdagangan hewan peliharaan, terutama di Amerika Serikat dan Eropa. Namun, kegiatan ini dapat mengancam keberlangsungan hidup spesies ini di alam liar. Oleh karena itu, penting untuk memperhatikan aspek konservasi dalam perdagangan hewan peliharaan.

Akhir kata

Nah itudia 9 jenis ular tidak bisa yang dapat Wanter bagikan kepada sobat asatwa di rumah dan dari rekomendasi jenis ular di atas mana nih sob jenis ular yang akan kamu coba pelihara terlebih dahulu ? Jaka kamu mencari informasi seputar dunia hewan kamu bisa kok cek artikel Wanter lainnya hanya di sininya sob. Nah samapi di sini duluya sob pembahsan kiat kali ini dan sampi jumap di artikel selanjutnya. Selamat mencoba 🙂

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.